pengantar manajemen

MAKALAH  PENGANTAR MANAJEMEN
Konsep Dasar Manajemen
dan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXoJHat9k2cnJQW7mFKuiKothh6IuPqhAWNzuvsynRtUgpAIuzEfFIDUvC90w1APXMC3W99ZbM3cm6IF-ZOL0-3L42OONP37C5xK77Z03GLXNw4lcoT8Jj3VqOaQ9s77wbNEOPwPG3s78/s290/72815_408955565867220_1941573812_n.jpg

Perkembangan Ilmu Manajemen
Di susun oleh
DEDE TRI NOPRAN
1416132002
Dosen pembimbing
John Hendri, S.Kom., MM.

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH
FAKULTAS SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
KOTA BENGKULU
2015
KATAPENGANTAR
            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kami sehingga bisa menyusun makalah ini tepat pada waktunya .
Makalah ini berisikan informasi tentang  cara dan sifat mandi junub kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna , oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi keseempurnaan makalah ini.
Semoga Allah SWT senantiasa meridohi segala usaha kita. Aaaamiiiinn.   


Bengkulu,     April  2015


          penulis








DAFTAR ISI
JUDUL                                      ................................................................   i
KATA PENGANTAR              .................................................................  ii
DAFTAR ISI                                        .................................................................  iii
BAB I. KONSEP DASAR MANAJEMEN
A.    Latar belakang               ...................................................................1
B.     Definisi manajemen       ...................................................................1
C.     Fungsi-fungsi manajemen.................................................................4
BAB II. PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN
A.    Aliran manajemen klasik...................................................................6
B.     Aliran hubungan manusiawi..............................................................8
C.     Aliran manajemen modern................................................................9
BAB III. PENUTUP
A.    Kesimpulan                     ...................................................................10
B.     Saran                               ...................................................................10








BAB 1
KONSEP DASAR MANAJEMEN
A. Latar belakang
Ekonomi merupakan bagian yang paling krusial didalam kehidupan masyarakat. Pendidikan ekonomi disekolah-sekolah telah diajarkan, didalam ekonomi kita memang diharuskan untuk memahami sekaligus memecahkan masalah. Namun banyak masyarakat yang salah persepsi mengenai ekonomi, misalnya manajemen, banyak yang beranggapan bahwa manajemen itu sukar, dan menakutkan. Hal ini banyak dialami oleh para siswa maupun mahasiswa, sehingga mengurangi semangat untuk mempelajari ilmu manajemen didalam ilmu ekonomi.
Setiap orang membutuhkan manajemen dalam menjalankan aktivitasnya, karena setiap yang dilakukan membutuhkan perhitungan dan perencanaan yang matang, jika tidak pastilah kerugian dan kegagalan akan menghadang. Oleh sebab itu, manajemen sangat diperlukan dalam segala hal, baik itu berupa pekerjaan, kegiatan sehari-hari, dll.
Semoga dengan disusunnya makalah ini dapat menjadi pemicu semangat bagi para mahasiswa, untuk lebih memahami manajemen dan mengaplikasikannya kedalam kehidupan sehari-hari.  
B.  Pengertian manajemen
Mary Parker Follet mendefinisikan Manajemen adalah seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini mengandung arti bahwa para manajer mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai tugas yang mungkin diperlukan, atau berarti dengan tidak melakukan tugas-tugas itu sendiri.
Drs. H. Malayu S.P hasibuan mendefinisikan manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Istilah manajemen berasal dari kata management (BahasaInggris), berasal dari kata “to manage” yang artinya mengurus atau tata laksana. Sehingga manajemen dapat diartikan bagaimana cara mengatur, membimbing dan memimpin semua orang yang menjadi bawahannya agar usaha yang sedang dikerjakan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Karena manajemen diartikan mengatur maka timbul beberapa pertanyaan bagi kita.

-            Apa yang diatur ?
Yang diatur adalah semua unsur-unsur manajemen yang terdiri dari men, money, methods, materials, machines, and market, disingkat dengan 6 M dan semua poses yang ditimbulkan dalam proses manajemen itu.
-            Kenapa harus diatur ?
Agar 6 M itu lebih berdaya guna, berhasil guna, terintegrasi, dan terkoordinasi dalam mencapai tujuan yang optimal.
-            Siapa yang mengatur ?
Yang mengatur adalah pemimpin dengan wewenang kepemimpinanya melalui instruksi maupun persuasi, sehingga 6M dan semua proses manajemen tertuju serta terarah kepaa tujuan yang diinginkan.
-            Bagaimana mengaturnya ?
Mengaturnya yaitu melalui proses dari urutan fungsi-fungsi manajemen.
-          Dimana harus diatur ?
Dalam suatu organisasi atau perusahaan, karena organisasi merupakan “alat” dan “wadah” untuk mengatur 6M dan semua aktivitas proses manajemen dalam mencapai tujuannya. Sebab dalam wadah(organisasi) inilah tempat kerja sama, proses manjemen, pembagian kerja, koordinasi, dan integrasi dilakukan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai.
Perlu dihayati bahwa manjemen dan organisasi bukan tujuan, tetapi hanya alat untuk mencapai tujuan, tetapi hanya alat untuk mencapai tujuan yang diinginkan, karena tujuan yang ingin dicapai itu adalah pelayanan dan atau laba.
Walaupun manajemen dan organisasi hanya merupakan “alat dan wadah” saja, tetapi harus datur dengan seaik-aiknya. Karena jika manajemen dan organisasi ini baik maka tujuan optimal dapat diwujudkan, pemborosan terhindari, dan semua potensi yang dimiliki akan lebih bermanfaat.
Manajemen diperlukan agar tujuan organisasi dapat dicapai secara efektif dan efisien. Efektivitas menurut Peter F. Drucker adalah “mengerjakan pekerjaan yang benar (doing the right things)”. Sedangkan Efisien adalah “mengerjakan pekerjaan dengan benar (doing things right.
Prinsip manajemen adalah dasar-dasar atau pedoman kerja yang bersifat pokok yang tidak boleh diabaikan oleh setiap manajer/pimpinan. Dalam prakteknya harus diusahakan agar prinsip-prinsip manajemen ini hendaknya tidak kaku, melainkan harus luwes, yaitu bisa saja diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan. Berikut merupakan prinsip manajemen:
1)        Pembagian kerja yang berimbang Dalam membagi-bagikan tugas dan jenisnya kepada semua kerabat kerja, seorang manajer hendaknya bersifat adil, yaitu harus bersikap sama baik dan memberikan bebankerja yang berimbang.
2)        Pemberian kewenangan dan rasa tanggung jawab yang tegas dan jelas Setiap kerabat kerja atau karyawan hendaknya diberi wewenang sepenuhnya untuk melaksanakan tugasnya dengan baik dan mempertanggung jawabkannya kepada atasan secara langsung.
3)        Disiplin adalah kesedian untuk melakukan usaha atau kegiatan nyata (bekerja sesuai dengan jenis pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya) berdasarkan rencana, peraturan dan waktu (waktu kerja) yang telah ditetapkan.
4)        Kesatuan perintah Setiap karyawan atau kerabat kerja hendaknya hanya menerima satu jenis perintah dari seorang atasan langsung (mandor/kepala seksi/kepala bagian), bukan dari beberapa orang yang sama-sama merasa menjadi atasan para karyawan/kerabat kerja tersebut.
5)        Kesatuan arah Kegiatan hendaknya mempunyai tujuan yang sama dan dipimpin oleh seorang atasan langsung serta didasarkan pada rencana kerja yang sama.
Ilmu dan seni manajemen
Ilmu adalah sekumpulan pengetahuan yang telah di sistematisasi-kan, dikumpulkan, dan diterima menurut pengertian kebenaran umum mengenai subjek dan objek tertentu. Sedangkan, seni adalah sesuatu kreativitas pribadi yang kuat dan disertai keterampilan. Pada intinya Ilmu mengajarkan kepada orang suatu pengetahuan, sedangkan seni mendorong orang untuk berpraktek.
Manajemen bukan hanya merupakan ilmu atau seni, tetapi kombinasi dari keduanya. Kombinasi ini tidak dalam proporsi yang tetap tetapi dalam proporsi yang bermacam-macam. Pada umumnya para manajer efektif menggunakan pendekatan ilmiah dalam pembuatan keputusan dilain pihak dalam banyak hal seorang manajer juga harus menggunakan pendekatan artistik(seni).

C.    Fungsi-fungsi manajemen
1)   Fungsi perencanaan Pada hakekatrya perencanaan merupakan proses pengambilan keputusan yang merupakan dasar bagi kegiatan-kegiatan/tindakan-tindakan ekonomis dan efektif pada waktu yang akan datang. Pross ini memerlukan pemikiran tentmg apa yang perlu dikerjakan, bagaimana dan di mana suatu kegiatan perlu dilakukan serta siapa yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaannya.
2)   Fungsi pengorganisasian Fungsi Pengorganisasian dapat didefinisikan sebagai proses menciptakan hubungan-hubungan antara fungsi-fungsi, personalia dan faktor fisik agar kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan disatukan dan diarahkan pada pencapaian tujuan bersama.
3)   Fungsi directing(pengarahan) Pengarahan merupakan fungsi manajemen yang menstimulir tindakan-tindakan agar betul-betul dilaksanakan. Oleh karena tindakan-tindakan itu dilakukan oleh orang, maka pengarahan meliputi pemberian perintah-perintah dan motivasi pada personalia yang melaksanakan perintah-perintah tersebut.
4)   Fungsi pengkoordinasi Suatu usaha yang terkoordinir ialah di mana kegiatan karyawan itu harmonis. terarah dan diintergrasikan menuju tujuan-tujuan bersama. Koordinasi dengan demikian sangat diperlukan dalam organisasi agar diperoleh kesatuan bertindak dalam rangka pencapaian tujuan organisasi.
5)   Fungsi pengawasan Fungsi pengawasan pada hakekatnya mengatur apakah kegiatan sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang ditentukan dalam rencana. Sehingga pengawasan membawa kita pada fungsi perencanaan. Makin jelas. lengkap serta terkoordinir rencana-rencana makin lengkap pula pengawasan.
Beberapa literatur mengemukakan pengertian yang berbeda, namun memiliki esensi yang sama. Para ahli berbeda pandangan dalam mengemukakan fungsi-fungsi manajemen, selain planning, controlling, organizing, directing, dan cotrolling. Sekalipun para ahli manajemen tersebut memiliki perbedaan pandangan dalam melihat fungsi-fungsi manajemen, akan tetapi esensinya tetap sama, bahwa:
-          Manajemen terdiri dari berbagai proses yang terdiri dari tahapan-tahapan tertentu yang berfungsi untuk mencapai tujuan organisasi.
-          Setiap tahapan memiliki keterkaitan satu sama lain dalam pencapaian tujuan organisasi.

BAB II
PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN
Banyak hal yang dapat kita lihat sebagai contoh bukti bahwa orang-orang dahulu telah menerapkan manajemen dalam kehidupannya. Alexander The Great telah menerapkan konsep staf organisasi dalam melakukan kampanye militernya. Menara pissa di italia, candi borobudur, menara eiffel di paris, hingga berbagai bukti sejarah lainnya yang ada di dunia.
Kesemua bukti-bukti tersebut telah menunjukkan bahwa konsep manajemen telah di pakai sejak dulu, manajemen bukan merupakan ilmu baru, tidak heran dalam konsep yang paling tradisional pun, masyarakat telah mengenal dan menjalankannya.
Terdapat tiga aliran pemikiran manajemen yang ada, yaitu: aliran klasik( manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik), aliran hubungan manusiawi, dan aliran manajemen moderen.  
A.  Aliran manajemen klasik
Aliran ini terbagi menjadi dua cabang yaitu manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik.
1)        Manajemen ilmiah
Frederick Winslow Taylor (1856-1915). Frederick Winslow Taylor adalahtokohyang mengembangkan scientific management (manajemen ilmiah). Taylor adalah tokoh peletak prinsip dasar manajemen ilmiah. F.W. Taylor, yang diberi julukan sebagai “The Father of Scientific Management”,menuangkan gagasan-gagasannya kedalam sebuah buku yang berjudul Scientific Management.

Scientific Management (manajemen ilmiah); merupakan hasil perenungan Taylor yang kemudian mengemukakan 4 (empat) tugas baru dan berat bagi manajemen atau manajer ilmiah, yakni
a)        mengembangkan metode dan  dasar ilmu pengetahuan tentang kerja yang ilmiah dan benar.
b)        Mengadakan seleksi, latihan-latihan dan pengembangan para karyawan secara ilmiah, agar memungkinkan para karyawan bekerja sebaik-baiknya sesuai dengan spesialisasinya.
c)        Adanya pembagian kerja dan tanggung jawab yang seimbang antara semua karyawan dan manajer.
d)       Kerjasama yang baik antar manajemen dan tenaga kerja (karyawan).

Harrington Emerson (1853-1931). Pemborosan dan efisiensi adalah masalah-masalah yang dilihat Emerson sebagai penyakit sistem industri. Oleh sebab itu Emerson mengemukakan dua belas prinsip-prinsip efisiensi yang secara ringkas adalah sebagai berikut:
a)      Kegiatan Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas.
b)      yang dilakukan masuk akal.
c)      Adanya staf yang cakap.
d)     Disiplin.
e)      Balas jasa yang adil.
f)       Laporan-laporan yang terpercaya, segera, akurat dan ajeg – sistem informasi dan akuntansi.
g)      Pemberian perintah, perencanaan dan pengurutan kerja.
h)      Adanya standar-standar dan schedule, metoda dan waktu setiap kegiatan.
i)        Kondisi yang distandarisasi.
j)        Operasi yang distandarisasi.
k)      Instruksi-instruksi praktis tertulis yang standard.
l)        Balas jasa efisiensi – rencana insentif.
Tokoh-tokoh ahli manajemen, seperti Frank Gilberth dan Lillian Gilberth. Frank Gilberth, seorang pelopor pengembangan studi gerak dan waktu, menciptakan berbagai teknik manajemen yang diilhami Taylor.


2)        Teori organisasi klasik
Henry Fayol (1841-1925). seorang industrialis Perancis. ia Mengadakan penyelidikan-penyelidikan pada tingkat atas, yaitu pimpinan atau manajer. Penemu tipe organisasi lini atau jalur. Bukunya yang terkenal adalah Administration Industrielle et Generale(General and Industrial Management). Ia digelari Bapak Ilmu Administrasi. Beberapa penemuannya di bidang manajemen ialah pembagian kerja dalam suatu kegiatan perusahaan, kualitas yang harus dipunyai oleh seorang manajer dan pegawai, 14 prinsip umum manajemen, dan elemen-elemen manajemen.
Ia membagi operasi perusahaan kedalam 6  kelompok kegiatan yaitu: Kegiatan teknikal; Kegiatan komersial; Kegiatan finansial; Kegiatan keamanan; Kegiatan akuntansi; Kegiatan manajerial. Keenam hal tersebut saling berkaitan anatara satu dengan lainnya.
Untuk melaksanakan setiap kegiatan sebagaimana tersebut diatas diperlukan tenaga-tenaga yang akan memimpin dan melaksanakan kegiatan-kegiatan supaya tujuan betul-betul dapat dicapai secara efektif dan efisien,  Kualitas yang diperlukan adalah :Kualitas fisik; Kualitas mental; Kualitas moral; Kualitas pendidikan; dan Kualitas pengalaman.
B.  Aliran hubungan manusiawi
Aliran hubungan manusiawi (aliran periaku atau neoklasik) berkembang karena ketidakpuasan bahwa yang dikemukakan aliran klasik dipandang tidak benar-benar membantu pencapaian efisiensi produksi dan keharmonisan kerja. Tokoh-tokoh dalam aliran ini yang utama adalah Hugo Munsterberg (1863-1916) dan Elton Mayo (1880-1949).
Sebagai pencetus psikologi industri yang diakui secara luas, Hugo Munsterberg menulis bukunya yang paling menonjol adalah Psychology and Industrial Efficiency.  Dia mengembangkan metode-metode tes psikologi ilmiah untuk membantu pencapaian tujuan produktivitas. Beliau juga menekankan adanya perbedaan-perbedaan karakteristik individual dalam suatu organisasi. ia juga mengingatkan adanya pengaruh faktor-faktor budaya terhadap organisasi. penerapan psikologi dalam membantu peningkatan produksi melalui tiga cara, yaitu (a) mendapatkan orang yang paling cocok, (b) menciptakan kondisi kerja yang baik, (c) memotivasi karyawan.
Elton Mayo (bersama dengan asisten risetnya Fritz J. Roethlesberger dan William J. Dickson) terkenal dengan eksperimen tentang perilaku manusia dalam situasi kerja. Eksperimen itu terkenal sebagai Eksperimen Hawthorne, Dari eksperimen ini disimpulkan bahwa perhatian khusus dapat menyebabkan seseorang meningkatkan usahanya. Peranan Elton Mayo dalam memperkenalkan pemikiran pentingnya faktor manusia dalam organisasi sangat besar. Tetapi Mayo menjadi terkenal berkat karyanya tentang percobaan-percobaan Hawthorne. Dari eksperimen ini konsep manusia rasional (manusia hanya dapat dimotivasi dengan pemenuhan kebutuhan ekonomis) diganti dengan konsep manusia sosial (manusia dapat dimotivasi dengan pemenuhan kebutuhan  melalui hubungan kerja.
C.  Aliran manajemen moderen
Aliran manajemen modern berkembang melalui dua jalur yang berbeda. Jalur yang pertama merupakan pengembangan dari aliran hubungan manusiawi yang dikenal sebagai perilaku organisasi, dan yang lain ibangun atas dasar manajemen ilmiah, dikenal sebagai aliran kuantitatif, yaitu operation research dan manajemen science atau manajemen operasi.
Disebut aliran kuantitatif karena aliran ini berpendapat bahwa persoalan-persoalan manajemen bisa dipecahkan dengan menggunakan teknik-teknik kuantitatif (dengan menggunakan bantuan statistik dan matematik).

BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Didalam konsep dasar manajemen, seorang manajer ditugaskan untuk mengatur segala sesuatunya, agar bisa mencapai tujuan yang diinginkan oleh perusahaan  yang sangat diperlukan dalam suatu organisasi adalah efektifitas dan efisiensi, sehingga pekerjaanyang dilakukan tidak sia-sia dan perusahaan tidak dirugikan, oleh karena itu diperlukannya prinsip dasar manajemen.
Seperti halnya ilmu-ilmu lain yang ada, manajemen juga mengalami perkembangan dari masa ke masa, dari tahun ke tahun, dimulai dari manajemen yang bersifat klasik sampai ke manajemen moderen. Karena manajemen tidak bisa lepas dari kehidupan manusia, sejak zaman dulu.
B.     Saran
Dengan disusunnya makalah pengantar manajemen tentang Konsep Dasar Manajemen dan Perkembangan Ilmu Manajemen, penulis mengharapkan pembaca dapat mengetahui kajian ini ,Untuk mengetahui lebuh jauh, lebih banyak, dan lebih lengkap , pembaca dapat membaca dan mempelajari buku-buku dari berbagai pengarang, karena penulis hanya membahas garis besar saja tentang pengantar manajemen.
Disini penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna, sehingga kritik dan saran yang membangun untuk penulisan makalah-makalah selanjutnya sangat diharapkan.


Previous
Next Post »