BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
belakang
Irfan adalah satu di antara
di siplin ilmu yng berasal daribidang kebudayaan islam dan dikembangkan untuk
mencapai tingkat tinggi dalam pengalaman duniawi. Namun sebelum kita membahas
masalah irfan kita seharusnya menyadari bahwa disiplin ilmu tersebut
bisa didekati dari dua sudut pandang, yakni sudut pandang sosial dan akademis.
Berbeda dengan para ulama darin ilmu lainnya misalnya penafsir ilmu Alquran(mufassirun),
ulama Hadis (muhadditsaun), ulama bidang hukum (fuqaha’),teolog( mutakallimun),filosof,
sastrawan, danpenyair urafa’ adalah sekelompok ulama yang tidak hanya
mengembangkan ilmu pengeahun mereka sendiri (irfan) dan telah menghasilkan
banyak ulama besar dan kitab-kitab penting, tetapi juga memberikan semangat
kebangkitan dan dunia islam kepada kelompok osial tertentu
Urafa’ dan
sufi tidak dipandang sebagai bentuk sekte yang terpisah didalam islam dan
mereka sendiri juga tida mengakui hal itu. Mereka bisa ditemukan dalam setiap
mazhab dan sakte islam, tetapi pada
waktu yang sama mereka bersatu membentuk kelompok sosial yang berbeda.
Sebagai sebuah ilmu pengetahuan
disiplin akademis, irfan sendiri
mempunyai dua cabang,praktik dan teori. Aspek praktik dari irfan menjelaskan
dan menguraikan hubungan dari tanggung jawab yang di emban manusia
kepada dirinya sendiri, kepada alam semesta dan kepada Allah. Di sini irfan sama
artinya denagn etika(akhlak), dan keduannya merupakan ilmu praktik. Walaupun
demikian irfan dan akhlak mempunyai beberapa perbedaan yang akan kami
jelaskan kemudian.
B. Rumusan
Masalah
1. Apakah
yang di maksud dengan Ajaran Irfani?
2. Apa
sajakah tujuan dari ajaran Irfani?
3. Bagaimanakah
Sejrah singkat dari Ajaran irfani?
C. Tujuan
Adapunkami
membuat makalah ini dengan tujuan :
1. Agar
pembaca memahami tentang ajaran Ifrani
2. Agar
pembaca mengetahui apa tujuan Irfani
3. Agar
pembaca mengetahu Asal-usulIrfani
4. Agar
pembaca mengetahui sejarah singkat Irfani
D. Manfaat
1. Pembaca
megetahui apa itu ajaran Irfani
2. Pembaca
mengetahui apa itu tujuan Irfani
3. Pembac
a mengetahui Asal-usul Irfani
4. Pembaca
mengetahui sejarah singkat Irfan
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Irfani
Irfan teoritis
berhubungan dengan otologi(ilmu pengetahuna tentang realitas wujud penerj),
serta membahas tentang Tuhan,alam dan manusia. Aspek irfan serupa dengan
filsafat teologis (falsafeh ye ilahi), yang juga berusaha menjelaskan
wujud. Seperti filsafat teologi,irfan mendasarkan.
Deduksinya
pada prinsip-prinsip yang ditemukan melalui pengalaman mistis (kashf) kemudia
diubah menjadi bahasa akal untuk menjelaskannya.
Deduksi rasionalistis filsafat bisa
disamakan dengan mempelajari sebuah artikel yang asli ditulis di dalam bahasa
yang sama; pada sisi yang lain, argumen-argumenirfan adalah seperti mempelajari
sesuatu yang telah diterjemahkan dari bahasa lain yang mana argumen-argumen itu
pada mulanya di tulis. Untuk lebih tepatnya, arif ingin menjelaskan hal-hal
yang dia akui setelah disaksikan dengan
hatinya dan seluruh wujudnya dengan menggunakan bahasa akal.
Ontologi irfan dalam beberapa hal sangat
berbeda dengan ontologi filsafat. Dalam pandangan seorang filosof, baik Tuhan
maupun benda mempunyai realitas, dengan perbedaan bahwa, jika Tuhan adalah
wajib al- Wujud dan ada dengn sendirinya, maka benda-benda selain Tuhan
hanyalah sebagai ada, karena sesuatu yang lain(mumkinal wujud) dan merupakan
akibat dari wajib al Wujud. Meskipun demikian, ontologi seorang arif tidak ada
tempat bagi sesuatu selain Tuhan yang ada di sisi-Nya, sekalipun mereka adalah
akibat yang mana Dia sebagai sebabnya;Wujud Ilahi meliputi dan mencakup segala
sesuatu. Jadi segala sesuatu adalah nama, kualitas dan manifestasi dari
Tuhan,bukan berada di samping Tuhan.
Tujuan filosof juga berbeda dengan arif.
Filosof ingin memahami alam semesta; dia ingin membentuk di dalam pikirannya
sebuah gambar yang relatif lengkap dan benar dari eksistensi. Filosof memandang
nilai tertinggi kesempurnaan manusia terletak pada mengetahui, melalui akal,
sifat sebenarnya dari eksistensi, sehingga makrokosmos mendapatkan refleksi di
dalam pikiran filosof itu sementara dia, pada gilirannya, menjadi alam yang
sebenarnya.
Ini berarti bahwa filsafat merupakan
kajian bagaimana manusia mikrokosmos rasional sama dengan makrokosmos
sebenarnya.sebaliknya arif tidak ada urusannya dengan akal dan pengertian; dia menginginkan untuk mencapai
inti realitas eksistensi, yaini Tuhan, menjadi terhubungkan dengannya dan
menyaksikannya.
Dalam pandangan seseorang arif,kesempurnaan
manusia bukan berarti mempunyai gambaran tentang bidang eksistensi di dalam pikiran
manusia; tetapi dengan cara menempuh rangkaian jalan rohani kembali kepada
awalnya dari mana manusia itu berasal, untuk mengetahui terpisahnya jarak
antara diri seseorang dengan esensi ilahi dan,di dalamsegi kedekatannya, untuk
melenyapkan keterbatasan dari diri seseorang
untuk tinggal di dalam kemutlakan Ilahi.
Alat filosof adalah akal,logika dan
deduksi,sementara alat seorang arif
adalah hati, usaha,rohani,penyucian dan disiplin diri serta dinamisme batin.
Tentu saja urafa’ tidak pernah mengaku
bahwa mereka di atas dan melebihi islam dan mereka menolak keras akan tuduhan
semacam itu.sebenarnya mereka mengaku telah menemukan lebih banyak realitas
islam, dengan demikian mereka adalah muslim yang sebenarnya. Baik dalam ajaran
praktik irfan maupun teoriny, urafa’ selalu mendukung pandangan mereka dengan
refrensi Alquran, sunah Nabi dan para imam dan praktik para sahabat Nabi yang
utama.
Walau demikian, orang lain mempunyai
pandangan yang berbeda tentang urafa’ di antara mereka ialah:
a. Kelompok
ahli hadis dan ahli fiqih yang mempunyai pandangan bahwa urafa’ secara praktis
tidak terkait dengan islam sehingga refrensi mereka kedapa Alquran dan sunah
hanyalah muslihat untuk menipu orang-orng yang mempunyai cara berfikir
sederhana dan untuk menarik hati kaum muslim kepada mereka. Kelompok ini
berpendapat bahwa irfan pada dasarnya tidak punya hubungn dengan islam.
b. Kelompok
modernis yang tidak punya hubungan baik dengan islam dan siap menyambut dengan
gegapgampita terhadapa apa saja yang menampakkan kebebasan dari ketaatan yang
ditetapkan oleh syariat (ibadah) dan yang bisa diartikan sebagai sebuah gerakan
atau bangkitnya masa laulu melewati islam dan hukum-hukumnya. Seperti kelompok
pertama ,(kelompok lain) berpendapat
bahwa di dalam praktiknya urafa’ tidak punya keyakinan atau kesetiaan kepada
islam, dan bahwa irfan dan tasawuf merupakan sebuah gerakan orang-orang
non-Arab yang menentang Arab dan Islam
yang menyamar di balik jubah spiritualitas.
c. Di
samping dua kelompok di atas, ada juga kelompok ketig yang mempunyai pandangan
agak netral terhadap irfandan sufisme mengandung banyakbidah dan penyimpangan
yang tidak sesuai dengan Alquran dan hadis; dan hal ini lebih jelas di dalam
ajaran praktis irfan daripada gagasan-gagasan teoritisnya,terutama di mana dia
mengambilsatu aspek sektarian. Tetapi kata mereka, urafa’ seperti ulama
islamdari golongan lain dan kebanyakan sekte islam, tidak pernah bekeinginan
untuk membuat tuntutan yang bertentangan dengan ajaran islam. Sangat mungkin
bahwa mereka membuat kesalahan, seperti model ulama lain teologi, filosof,
ulama tafsir, dan fikih juga membuat kesalahan. Tetapi ini bukan karena tujuan
jahat kepada islam.[1]
B.
Syariat, Tarekat dan Hakikat
Salah satu hal yang penting
dalamperdebatan antara urufa’ dan non-urufa’, terutama fukaha, adalah
ajaran-ajaran khusus irfan sehubunggan dengan syariah, tarekat (jalan), dan
hakikat (realitas).keduanya setuju mengatakan syariat, pokok hukum islam,
berdasarkan atas serangkaian realitas dan tujuan-tujuan menguntungkan. Para
ahli fikih pada umumnya menginterprestasikan tujuan-tujuan ini terdiri dari
hal-halyang membawa manusia kepada kebahagiaan, yakini kepada tingkatan
kemungkinan keuntungan yang paling tinggi dari hadiah material dan spiritual
dari Tuhan kepada manusia. Sebaliknya, urafa’ yakin bahwa semua jalan terakhir
pada Tuhan dan semua tujuan realitas hanyalah sarana, sebab dan perantara yang
mendorong manusia kepada Tuhan.
Ulama fikih mengatakan bahwa hukum dasar
dari syariat merupakan serangkain tujuan yang baik dan tujun-tujun ini
merupakan sebab dansemangat syariat,dan hanya satu cara untuk mencapai tujuan
ini, (yaitu dengan) bertindak sesuai syariat. Tetapi urafa’ berpendapat bahwa
realitas dan tujuan yang mendasari hukum syariat adalah sifat dari
stasiun-stasiun dan tahap-tahap pada pendakian manusia menuju Allah di dalam
proses jalan masuk manusia kepada realitas terakhir.
Urafa’ yakin bahwa aspek esoterik
(sesuatu yang hanya di ketahui dan dipahamioleh beberapa orang tertentu saja)
darihakikat adalah tarekat atau jalan, yang ujungnya adalah realitas atau
hakikat, yakni tauhid( denagn pengertian yang telah disinggung sebelumnya),
yang merupakan tahapan yang di peroleh setelah kemusnahan diri dan egoisme
seorang arif. Jadi gnostik percaya pada tiga hal, syariat adalah sarana atau
kulit dari biji hakikat.
Tiga cabang ajaran Islam ini adalah
saling terpisah.cabang kalam terhubung
dengan pikiran dan akal; cabang akhlak berhubungan dengan diri,kemampuan
dan kebiasaan; dan cabang fikih berhubung dengan organ-organ tubuh dan anggota
badan.
Oleh karena itu, tiga cabang ini
dikatakan oleh urafa’ sebagai syariat, tarekat dan hakikat. Namun mereka
berpedapat bahwa ketiganya merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan, persis
sama dengan manusia tidak bisa dibagi menjadi tiga bagian, yakni tubuh,jiwa dan
akal,yang tidaksaling terpisah dan membentuk satu kesatuan yang takdapat
dibagiyang mereka merupakan aspek lahir dan batin. Yang satu adalah kulit
bagianluar dan lainnya adalah biji bagian dalam, dan yang ketiga adalah isi
dari isi itu. Bagaimanapun ada perbedaan di dalamnya bahwa urufa’memandang
tahapan-tahapan eksistensi manusia lebih dari tiga; yakni mereka percaya akan
satu tahapan yang melebihi daerah kekuasaan akal. Insya Allah,masalah ini akan
dijelaskankemudian.[2]
C.
Asal-usul
Irfan Islam
Urafa’
sendiri mempertahankan pendapat pertama dari alternatif di atas dan mengakui
yang lainnya. Tetapi beberapa orientasi bersikwaras dengan pandangan kedua
bahwa irfan adalah gagasan-gagasan halus dan agung yang datng kedunia Islam
dari luar. Kadang-kadang mereka berpendapat irfanitu berasal dari kristen dan
mengklim bahwa mistikisme didalam Islam merupakan hasil gabungn awal Muslim dan
pendeta-pendeta Kristen. Pada waktu yang lain mereka mengaku irfan merupakan
hasil dari reaksi bangsa Persia menentang Islan dan Arab. Kadang mereka
menyatakan Irfan akibat murni produk dari neo-platonisme, yang disusun dari gagasan dan ide Plato, Aristoteles dan Pitagoras, yang di pengaruhi oleh
gnotisme Alexandria serta pandangan-pandangan dan keyakinan Judaisme dan Kristen.
Kadang mereka juga mengklim Irfan berasal dari agama Buddha.
Konseparif
darijalan rohani (sayr wa suluk) , katamereka jauh melebihi zuhud yang di
printahkan Islam.jalanrohani Islam mencakup sejumlah ide an gagasan serta
konsep-konsep yang tak ditemukan di dalam kesalehan Islam seperti cinta kepada
Allah ,pembinaan dir di dalam Tuhan,dan manifestasi Tuhan.
Dokrit tentang penyatuan mistik yang
ditanamkan dengan keagungan Ilahi jauh melampaui apa saja di dalam
Alquran,tetapi dinyatakan secara sederhana di dalam hadis-hadis Mabi yang masih
diragukan kebenarannya, misalnya Allah berfirman, “ Hambaku mendatangi di malam
hari dengan melakukan amalan-amalan sunah, dan aku mencintainya, Aku adalah
telinganya sehingga dia mendengardenagn Aku. Dan Aku adalah matanya sehingga
dia melihat denagn Aku, dan Akuadalah lidahnyasehingga dia berbicara denagn
Aku, dan Aku adalah tangannya sehingga dia mengambildenagn Aku.
Sebagaimana
yang sering dikatakan sebelumnya, disini kami tidak membahas pertnyaan apakah
urafa’ telahbe5rhasil secara benar dalammenggunakan inspirasi yang disediakan
oleh islam; tujuan kami hanyalah mempertimabngkan apakah sumber utama inspirasi mereka ada di
dalam atau di luar Islam.
D.
Sejarah
Singkat Irfan
Sejarah
sejati Islam dan kehidupan para pemimpin rohaninya amat kaya akan
sepiritualitas dan kemegahan spiritual yang telah melengkapi inspirasi
untukspiritual yang mendalamdi dalam dunia Islam, yang tidak tercakupoleh apa
yang di sebut irfan atau sufisme. Walau demikian, membahas bagian-bagian lain
dari ajaran Islam yang tidakmelahirkan
istilah ini adalah di luar pembhasan
kuliah ini. Kami akan melanjutkan pembahasan kami pada cabang yang berlabel
irfan atau sufisme,dan yang jelas, bidang yang terbatas dari kuliah.ini tidak
mengizinkan kami memasukirise yang genting. Di sini kami berusaha memberikan
garis besar tentang aliran dan peristiwa yamg telah terjadi di dalam cabang
ini. Untuk tujuan ini, tampaklah lebih tepat memulai dengan menyajikan sejarah
singakt tentang irfan dan sufisme dari awal islam hingga setidaknya abad
ke-10H/16 M, sebelum mengarah kepada analisis masalah irfan.
Pada awal islam,
sekitar pada awal Hijriah atau ketujuh Masehi, tidak ada kelompok di tengah
kaum Muslimyang dikenal sebagai urafa’ atau sufi.istolah sufi pertamakali
digunakan pada abad ke-2 H /8M.
Orang pertama yang disebut denagn istilah sufi ialah Abu
Hasyim alKufi. Dia hidup di abad ke-2 H/ 8M. Dialah orang pertama yang
membangun sebuah rumah persinggahan musafir di rahlam, palestiana,sebagai
tempat untuk ibadah bagi sekelompok petapaMuslim.[3]
Waktu
wafat Abu Hasyim tidak diketahui namun dia adalah guru dari Sufyan Sauri yang
wafat pada tahun 161 H/ 777M. Abu Qasim Qusyairi, seorang arif dan sufi
terkenal,menyatakan bahwa istilah sufi telah muncul sebelum tahun 200 H/815 M.
Nicholson juga menyatakn bahwa istilah itu muncul menjelang akhir abad ke -2 H.dari sebuah riwayat di dalam kitab
Ma’isyah jilid V dari Al Kafi menyebutkan bahwa ada sebuah kelompok Sufyan
Sauri dan sejumlah sufi lain pada masa Al Imanm Shidiq as. (yakni selama
separuh pertama abad ke-2) yang telah di sebut dalam istilah ini.
Jika
Abu Hasyim al kufi merupakan orang pertama yang di sebut sufi,karena dia guru
Sufyan Sauri yang wafatpada tahun 161 H/777 M, maka istilah ini pertama
digunakan pada paruh pertama abad ke-2H, bukan menjelang akhir abad itu (
sebagaimana pendapat Nicholson dan yang lainnya).juga tidak ada kegunanya bahwa
alasan bagi istilah Sufyan adalah karena mereka memakai kain wol(sufi=wol).karena
asketisme ( paham yang mempraktikan kesederhanaan, kejujuran, dan rela
berkorban) mereka, kaum sufi menolak untuk memakai kain indah dan sebagai
gantinya mereka memakai pakaian yang terbuat dari kain wol kasar.
Tidak
ada informasi yang pasti kapan pertama kali kelompok ini mulai memyebut diri
mereka urafa’. Yang pasti, sebagaimna di konfirmasi oleh beberapa peryataan
yang dikutip dari Sari Saqati (wafat pada tahun 243 H/ 867 M),istilah tersebut
berlaku pada abad ke-3. Namun salah satu kitab rujukan terpercaya dalam Irfan
dan sufisme yakni kitab Al Luma’ karya Abu Naser Sarraj Tusi, sebuah frase di
kutib dari Sufyan Sauri yang memberikan kesan bahwa istilah inimuncul sekitar
abad ke-2.[4]
Yang
pasti tidak ada satu pun kelompokyang diketahui sebagai orang-orang sufi selama
abad pertama Hijriah. Istilah ini muncul sekitar abad kedua, dan tampaknya pada
abad ini juga orang-orang sufi tampil
sebuah kelompok khusus, bukan di abad ke tiga sebagaimana dipercaya oleh
sebagian orang.
Bahkan
tak ada kelompok khusus yang ada di abad pertama yang bernama urafa’ atau sufi
atau nama-nama lain, hal itu tak berarti bahwa para sahabat Nabi yang terkenal
hanyalah orang-orang shaleh dan asketis dan bahwa mereka semua mengarah pada
kehidupan dengan keimanan sederhana yang sama sekali tanpa kedalaman rohani.
merasa menikmati derajat keimanan yang Abu Dzar tidak akan bisa tahan. Banyak
hadisyang sampai kepada kita, misalnya,”jika Abu Dzar tahu apa yang ada di
dalam hat Salman, dia sudah membunuhnya ( karena menggangapnya sebagai ahli
bidah).[5]
E.
Orang-Orang
Arif di Abad Kedua Hijriah/ Kedelapan Masehi
1. Hasan
Basri
Hasan
basri wafat ( wafat pada tahun 110 H/728 M dan hidup selama 88 tahun, setelah
menghabiskan sembilan persepuluh hiduonya di abad pertama Hijriah.
2. Malik
bi Dinar
Dia adalah seseorang yang menjalani
asketisme dan menahan diri dari kesenangan duniawi hingga tingkat ekstrim.
Banyak riwayat tentang dia sehubungan denagn hal ini. Dia wafat pada tahun130H/
747 M.
3. Ibrahim
bin Adham
Cerita
tentang ibrahim bin Adham sama denagn cerita tentang Budha.konon Ibrahim adalah
penguasa Balka ketika sesuatu terjadi yang membuat dia bertobat dan memasuki
jajaran kaum sufi.
Urufa’ memberikan perhatian yang besar terhadap kaumarif ini,
dan sebuah cerita amat menarik disampaikan tentang dirinya di dalam musnawi
karya Rumi.dia wafat sekitar tahun 161 H/ 777M.
4. Rabi’ah
Adawiyah
Wanita
ini adalah salah satu keajaiban di zamannya ( wafat pada tahun 135 H/ 752 M
atau 185 H/ 801 M). Dia bernama Rabiah putri keempat , dia tidak sama denagn
Rabi’ah Syamiyah, seorang mistik yang sezaman dengan Jami dan hidup pada abad
ke-9 Hijriah atau abad ke- 15 Masehi.
5. Abu
Hasyim as Sufi dari Kufah
Wafatnya beliau tidak
diketahui, dia wafat dapa tahun 161 H/ 777 M.
6. Syaqiq
Balkhi
Beliau
adalah murid Ibrahim bin Adham.menurut penulis Rayhanat al Adab,dan penulis
lain yang di kutib di dalam kitab Kasyful Ghummah karya Ali bin Isa Arbili dan
Nuarul Absar tulisan dari Syablanji, dia pernah bertemu Imam Musa bin Ja’far
as. Dan meriwayatkan tentang kebesaran stasiun rohani dan kekuatan gaib sang
Imam. Saqiq wafat pada tahun 194 H/ 810 M.
7. Ma’ruf
Karkhi
Dia
adalah salah satu urafa’ yang termasyur. Konon orang tuanya adalah kristen dan
dia memeluk islam di hadapan Imam Ali ar Ridha as. Dan belajar banyak hal dari
beliau.
8. Fudail
bin Iyad
Dia
berasal dari Merv, dan dia orang Iran keturunan Arab. Dulu dia adalah seorang
preman dan suatu malam ketiak ia mempersiapkan diri untuk melakukan perampokan,
dia mendengar suara calon korbannya yang sedang membaca Alquran. Hal inilah
yang membuat beliau mengalami perubahan.
Orang-Orang Arif da Abad Ketiga
Hijriah/Kesembilan Masehi
1. Abu
Yuzid Bistami( Bayazid)
Seorang mistik besar, dan bayazid adalah
mistik pertama yang berbicara terbuka terang ‘pelenyapan diri di dalam Allah’
(fana fi Allah) dan ‘hidup abadi bersama Allah’ 9baqa’ bi Allah).
Dia wafat pada tahun 261 H/ 874 M atau
264 H/ 877 M. Beberapaorang meriwayatkan bahwa ia berkerja sebagai pembawa air
di rumah Imam Ju’far Shadiq as, namun
riwayat ini tidak di dukung dengan sejarah karena Abu Yazid tidak sezaman
Al-imam.
2. Bizyir
bin Aris Harfi
Seorang sufi terkenal dan dia pernah
menjalani kehidupan dalamkejahatan kemudian bertobat . allamah Hilli di dalam
kitabnya Minhaj al Karamah meruwayatkan sebuah cerita yang menggambarkan sebuah
penyesalan Bisyir di hadapan Imam Musa bin Ja’far. Karena di saat bertobat, dia
bertelanjang kaki di jalan sehingga dia dikenal sebagai Al Hafi. Namun orang
lain telah memberikan alasan yang berbeda sehubungan dengn julukan Al Hafi. Bisyir
Hafi ( lahir di dekat Marv pada tahun 150 H/767 M)wafat pada tahun 226 H/ 840 M
atau 227 H/841 M Baghdad.
3. Sari
Sakati
Sari Sakati adalah seseorang di antara teman dan sahabat karib Bisyir
Hafi. Dia adalah seseorng di antara mereka yang menyebarkan kasih sayang untuk
mkhluk Allah dan mementingkan orang laindi atas kepentingn sendiri.
4. Junaid
Baghdad
Dia berasal dari Nahawa dan urafa' serta orang-orang sufimenjuluki
junaid sebagai Sayid Ta’ifah, seperti para ahlli fikih Syiah menjuluki Syekh
Tusi sebagai Syekh Ta’ifah.
Junaid tergolong seorang di ntara mistik
modren.jenis ungkapan ketika dalamkeadaan ekstrasi yang di ekspresikan
sufi-sufi lain tak pernah didengar dari Junaid.
5. Haris
Musahibi
Haris adalah teman dari sahabat Junaid.
Dia di panggil al Muhasibbih karena ketekunanya yang luar biasa di dalammasalah
observasi dan penghitungan diri (muhasabah). Dia sezaman denagn Ahmad bin
Hambal yang karena permusuhannya sehubungan denagn ilmu kalam, Ahmad menolak
Haris Musabihi mengikuti perdebatan- perdebatan teologi dan tindakan ini
membuat masyarakat juga menghindariHaris. Lahir di Basrah pada tahun 165 H/ 781
M dan wafat pada tahun 243 H/ 857 M.
6. Zun-nun
Misr
Orang Mesir ini adalah siswa di bidang fikih dari
seorang fikih terkenal bernama Malik bin Anas.jamilmenyebutnya sebagai pemimpin
para sufi. Dialah sufi pertama yang menggunakan bahasa simbolis dan menjelaskan
masalah-masalah mistis melalui terminologi simbolis yang hanya orang-orang tertentu yang memahaminya.
7. Sahal
bin Mansyur Hallj
Di kenal denagn panggilan Al Hallaj dan
dia seorang di antara mistik yang paling kontorvesional di dunia Islam.
Ungkapannya ketika dalam kondisi ekstansi banyak, dan dia dituduh murtad dan
mengaku sebagai Tuhan. Para ahli fikih menyatakan dia sebagai murtad dan di salib
pada masa pemerintahan Khalifah Abbasiyah, Al Muqtadir. Kaumurafa’ sendiri
menuduh dia telah mengungkapkan rahasi spiritual.
Hafiz berpuisi tentang Al Hajjaj:
Dia berkata sahabat yang ada di tiang
salib yang tinggi kejahatannya hanya dia sering membuka rahasia. Sebagian orang
menganggap AlHajjaj sebagai seorang pemain sihir,namunurafa’ sendiri
membebaskan diri dan berkata bahwa peryataan-pernyataan Al Hajjaj dan bayazid
yang memberi kesan kekafiran di ungkapkan ketika mereka sedang tak sadar di
dalam’kemabukan’ .
Al
Hajjaj dikenang oleh para urafa’ sebagai seorang syahid. Dia diekskusi pada
tahun 309 H/913 M.
F.
Orang-Orang Arif di Abad keempat Hijjriah /kesepuluh
Masehi
1. Abu
Bakar Syibli
Seorang
murid dan pengikut setia Junaid Baghdad dan pernah berjumpa denagn Al Hajjaj.
Syibil adalah satu di anatara para mistik terkenal. Dia berasal dari Khurasan.
Di dalam kitab Raudat al Jannah dan kitab-kitab biografi lainnya, banyak puisi
dan Kata-kaa mistis.Syibil wafat pada tahun 334 H/ 846 M pada usia 87 tahun.
2. Abu
Ali Rudbari
Dia
keturunan dari Nusyirwan dari dinasti sasaniyah dan dia adalah murid Junaid.
Dia belajar fikih dari Abu Abbas bin Syuraih dan kesusastraan dan Sa’lab.
Karena ilmunnya mencakup segala bidang,dia di sebut ‘pengumpul hukum, Jalan dan
Realitas’(jami al Syariat wa Tariqah wa Haqiqah). Dia wafat pada tahun 322 H/
934 M.
3. Abu
Naser Sarraj Tusi
Beliau
adalah penulis kitab al Luma’, satu di antara kitab refresi
terpenting,klasikdan andalan tentang irfan dan sifisme.banyak syekh dari ordo
sufi adalh murid Abu Naser baik langsung atau tidak langsung.
4. Abu
fadel bin Hasan Sarakhsi
Dia
adalah murid dan pengikut setia Abu Naser Sarraj dan guru dari Abu Sa’id bin
Abi Khair.dia adalah seorang mistikyang sangat termasyhur. Dia wafat pada tahun
400H/1009 M.
5. Abu
Abdulah Rudbari
Dia
adalah putri dari saudara perempuan Abu Ali Rudbari.dia termasuk dari seorang
para mistik Dasnmaskus dan Syria.dia wafat pada tahun 369 H/ 979 M.
6.
Abu Talib Makki
Ketenaran Abu Talib adalah karena
kitab-kitab yang tulisnya tentang irfan dan sufisme, di antaranya Qut al Qulub.
Kitab ini adalah kitab referensi yang terpenting dan paling awal terpenting
irfan. Dia wafat pada tahun 385 M/ 996M.
G. Orang-Orang Arif di Abad kelima Hijjriah /kesebelas Masehi
1. Syekh
Abu Hasan Khurqain
Seoarang
diantara urafa’, dan para Arif meriwayatkan banyak cerita menakjubkan tentang
dia. Di antaranya ialah ketika ia ziarah ke makam Bayazid dan bebicara dengan
rohnya, mendengarkan nasihat Bayazid dalam menyelesaikan kesulitannya, Dia wafat pada
tahun 425H/1033-34 M.
2. Abu
Sa’id bin Abi Khair
Seorng
mistik yang paling terkenal di antara semua mistik adalah Abu Sa’id bin Abi Khair. Dia juga amat
terkenal sebagai seorang di antara mereka kerena suasana soiritualnaya.
Dia
di pandang sebagai satu di antara mereka yang menggabungkan dalam dirinya
keahlian syariat dan trekat.dia adalah ahli pidato dan komentator Alquran (
musafir). Karena dia sering menangis ketika membaca doa ( munajat) sehingga ia
di sebut syekh yangb meratap(syekh nawhahgar). Dia wafat pada tahun 412H /
1021m.
3. Abu
Hasan AlibinUsman Hujwiri
Dia
adalah pengarang Kasf al Mahjub. Satu di antara kitab-kitab sufi terkenal dan
satu di antara kitab-kitab yang baru-baru ini diterbitkan. Diawafat pada tahun
470H /1077 H.
4. Khwajah
Abdulah Ansari
Seorang
dari keturunan Abu Ayun Ansari. Sahabat besar Nabi. Khawajah Abdulah
sendiriadalah seorang di antara urafa’ yang paling terkenal dan saleh.
5. Imam
Abu HAmid Muhammad Ghazaalih
Seorang di
antara ulama islam yang paling populeritasnya merambah ketimur dan barat. Dia
menggabungkan kedalam pribadinya pengetahuan rasioal dan tradisiona.
Orang-Orang
Arif diAbad KeenamHijriah /Keduabelas Masehi
1. Ain
Qudat Hamadani
Dia adalah seorang di antaera para sufi
yang antusias dan murid Ahmad Ghazzali, adik dari Ahmad Ghazzali,yang juga
seorang sufi. Penulis banyak kitab ini
juga mengubah puisi yang berlian yang tidak sama sekali bebas dari seruan
teopati ( emosi religus yang timbul dari perenungan Tuhan ) atau syatsiat.
Tuduhansebagai ahli bidan ditunjukkan kepadanya, kemudian mengeksekusi dan
abunya di atbur di utara.di bunuh sekitar tahun 532-533 H/ 1131-1139 M.
2. Sana’i
Ghaznawi
Seoarng pujaga yang
bait-baitnya penuh bermatan sentimen mistik yang dalam. Rumi di dalam mengutip
sebagian kata –kata indah Gaznawi yang menjelaskannya.di wafat sekiat abad
keenam Hijriah atau ke duabelas Masehi.
3. Ahmad
Jami
Dia terkenal sebagai
“zhand pil” dan seoarang di antara urafa’ dan para sufi terkenal.
4. Abdul
KadirnGilani
5. Syekh
Ruzbihani Baqli Syiraz
Orang-orang
yang arif pada abad Ke tujuh Hijriah/ ketiga belas masehi
1. Syekh
Najamuddin Kubra
2. Syekh
Fariduddin Attar
3. Syekh
Syihabuddin Suhrawardi
4. Ibn
Farid Misri
5. Muhyiddin
Arabi
6. Sadraddin
Qunawi
7. Maulana
Jalaluddin Muhammad Balkh Rumi
8. Fakhruddin
Iraqi Hamdani
Orang-orang yang arif
di abad Kedelapan Hijriah/ Keempat belas Masehi
1. Ala’adaulah
Simnani
2. Abdul
Razzaq Kasyani
3. Khwajah
Hafiz Syirazi
4. Syek
Mahmud Syabistari
5. Sayyid
Haidar Amuli
6. Abdul
Krim Jilani
Orang-orang Yang
Arif di abad kesembilan Hijriah/
Kelimabelas Masehi
1. Syah
Ni’matullah Wali
2. As’inuddin
Ali Tarakeh Isfahami
3. Muhammad
bin Mamzah Fanari Rumi
4. Samsuddin
Muahammad Lahiji Nurbakhsyi
5. Naruddin
Abdul Rahman Jami.[6]
BAB
III
PENUTUP
A..Kesipulan
Sebagaimana
telah kita ketahui Irfan teoritis berhubungan dengan otologi(ilmu
pengetahuna tentang realitas wujud penerj), serta membahas tentang
Tuhan,alam dan manusia. Aspek irfan serupa dengan filsafat teologis
(falsafeh ye ilahi), yang juga berusaha menjelaskan wujud
Tujuan filosof juga berbeda denagn arif.
Filsofot ingin memahami alam semesta; dia ingin membuntuk di dalam pikirannya
sebuah gambar yang relatif lengkap dan benar dari eksistensi. Filsofot
memandang nilai tertinggi kesempurnaan manusia terletak pada mengetahui,
melalui akal, sifat sebenarnya dari eksistensi, sehingga makrokosmos
mendapatkan refleksi di dalam pikiran filosof itu sementara dia, pada
gilirannya, menjadi alamyang sebenarnya.
Sejarah
sejati Islam dan kehidupan para pemimpin rohaninya amat kaya akan
sepiritualitas dan kemegahan spiritual yang telah melengkapi inspirasi
untukspiritual yang mendalamdi dalam dunia Islam, yang tidak tercakupoleh apa
yang di sebut irfan atau sufisme
DAFTAR
PUSTAKA
1.
Murtadha Mutahhari, An
Introdoction to Ilmu Kalam, di terjemahkan oleh Ali Quli Qarai, Al Tahwid.
2.
Qasim Ghani, Tarikhe Tasawwuf
Islam, jakarta: Pustaka Zahra, 2002.
3.
Fariduddin Attar, Tadzkirat
Awliya,Jakarta:Zahra,2003.
[1] Murtadha Mutahhari, An
Introdoction to Ilmu Kalam, di terjemahkan oleh Ali Quli Qarai, Al Tahwid, Vol.
II No 2
[2] Murtadha Mutahhari, An
Introdoction to Ilmu Kalam, di terjemahkan oleh Ali Quli Qarai, Al Tahwid, Vol.
II No 2
[3] Qasim Ghani, Tarikhe
Tasawwuf Islam, jakarta: Pustaka Zahra, 2002.Hlm 19
[4] Fariduddin Attar,
Tadzkirat Awliya,Jakarta:Zahra,2003. Hlm 35
[5] Murtadha Muthahhari,
Mengenal Tasauf,Jakarta: Zahra, 2002. Hlm 35-36
[6] Murtadha Muthahhari,
Mengenal Tasauf,Jakarta: Zahra, 2002. Hlm 37-65
ConversionConversion EmoticonEmoticon